Sabtu, 11 Februari 2012

Malu Menyapa, Menyiksa aktivitas...



Okay hai readers! Kali ini gue akan bercerita tentang bagaimana pertama kalinya gue ikut suatu organisasi tanpa temen yang bener-bener dekat. Gak bisa dipungkiri, dulu gue selalu ketergantungan dengan taman gue. Contohnya seperti; gue mau ikut eskul dance, tapi gak ada temen yang gua kenal, so finally gue gak ikut eskul itu. Itu hanya contoh ya, walau pada akhirnya gue bersih keras untuk ikut, walaupun bertemu orang-orang baru. Toh itu bukan kesalahan kan’?
Kembali ke masalaha awalnya, sebenernya gue Cuma mau bahas tentang sebuah ketergantungan terhadap teman, lets start it!
Banyak kenyataan kalau, “gue akan ngelakuin itu kalau ada temennya..” dalam arti lu tergantung dengan orang lain (re: temen), dulu gue gitu, setelah pada akhirnya gue mutsin untuk mendaftar di salah satu instansi pendidikan bahasa inggris diluar sekolah (re: kursus). Sama sekali gak ada yang gua kenal disitu, awalnya sempet  ngerasa yang “aduh.. gimana nih?” “aduh awkward ya” “aduh gue bakal betah gak ya?” “penampilan gue anak gak ya?” “kira-kira mereka suka gue gak ya?” dan sebagainya. Tapi gue fikir kalau gue, hanya diam aja tanpa negur mereka duluan, itu kesalahan! Jujur, awalnya gue sok kenal (re:SKSD) gue nyapa mereka, senyum-senyum gitu dan cara modus yang lainnya. Dan akhirnya kelas bahsa inggris itu terlewatkan, so finally, i get the friends here! Wohhooo!! Itu kalimat yang gue gumamkan dalam hati, hingga pertemuan kedua, ketiga dan setereusnya. Dari situ gue baru sadar kalau, gue terus-terusan malu gue gak akan punya temen dan ngerasa sendiri. Tapi itu sudah berakhir..
So raiders, semoga ini bermanfaat buat kalian semua.


Xoxo Melissa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar