Okay hai readers! Kali ini gue akan bercerita tentang
bagaimana pertama kalinya gue ikut suatu organisasi tanpa temen yang
bener-bener dekat. Gak bisa dipungkiri, dulu gue selalu ketergantungan dengan
taman gue. Contohnya seperti; gue mau ikut eskul dance, tapi gak ada temen yang
gua kenal, so finally gue gak ikut eskul itu. Itu hanya contoh ya, walau pada akhirnya
gue bersih keras untuk ikut, walaupun bertemu orang-orang baru. Toh itu bukan
kesalahan kan’?
Kembali ke masalaha awalnya, sebenernya gue Cuma mau bahas
tentang sebuah ketergantungan terhadap teman, lets start it!
Banyak kenyataan kalau, “gue akan ngelakuin itu kalau ada
temennya..” dalam arti lu tergantung dengan orang lain (re: temen), dulu gue
gitu, setelah pada akhirnya gue mutsin untuk mendaftar di salah satu instansi
pendidikan bahasa inggris diluar sekolah (re: kursus). Sama sekali gak ada yang
gua kenal disitu, awalnya sempet ngerasa
yang “aduh.. gimana nih?” “aduh awkward ya” “aduh gue bakal betah gak ya?”
“penampilan gue anak gak ya?” “kira-kira mereka suka gue gak ya?” dan
sebagainya. Tapi gue fikir kalau gue, hanya diam aja tanpa negur mereka duluan,
itu kesalahan! Jujur, awalnya gue sok kenal (re:SKSD) gue nyapa mereka,
senyum-senyum gitu dan cara modus yang lainnya. Dan akhirnya kelas bahsa
inggris itu terlewatkan, so finally, i get the friends here! Wohhooo!! Itu
kalimat yang gue gumamkan dalam hati, hingga pertemuan kedua, ketiga dan
setereusnya. Dari situ gue baru sadar kalau, gue terus-terusan malu gue gak
akan punya temen dan ngerasa sendiri. Tapi itu sudah berakhir..
So raiders, semoga ini bermanfaat buat kalian semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar