ini CLS gue, cls ini gue bikin karna gue ikutan lomba bikin CLS!
“opratsinya
berhasil!” DR. Jhonson keluar dari ruang oprasi, “thanks god! Lalu bisa kami
melihatnya?” mom bertanya, “ofc! Dia sudah sadar, kita hanya perlu membuka
perbannya saja”. Mom, aku, dan ariana memasuki ruangan itu, kulihat dia yang
kucinta duduk diatas tempat tidurnya, hatiku masih perih atas semua kebodohan
ini..
Cody’s POV
Itulah
diriku, aku membenci diriku sendiri! Mengapa waktu itu kubiarkan ia pergi.
Namaku cody simpson, penyanyi YANG HANYA TERKENAL DI AUSTRALIA. Maksudku, tak
semua australia. Aku hanya penyanyi yang tak laku, tak seperti dirinya. Dia
masih kekasihku, tapi aku tak tahu apa dia masih menganggapku seperti itu, yang
jelas aku sangat mencintainya. Kle,
begitu aku menyapanya. Dia sudah menjadi artis dunia sekarang, menjadi penyanyi
dam pemain film, dan pindah dari goldcoast ke LA, aku senang kle seperti itu,
tapi itu yang membuatnya menjauhiku, dengan alasan yang paling klise miliknya
yaitu SIBUK. Bila aku bicara “KLEYR
MARRIE NICHOLSON, ADALAH PACARKU” ku yakin tak akan satu orangpun yang
akan mempercayai itu. Aku semakin benci kaadan kle yang seperti itu karna
adanya campbell carsley artis muda yang sombong itu, banyak berita yang ku
dengar jika kle dan camp berpacaran, lalu siapa aku ini dimatanya?
Kleyr’s POV
Aku tak bisa kembali ke masalaluku, sekarang
aku adalah seorang Kleyr Nicholson yang terkenal dan seluruh dunia tahu kalau
aku pacarnya aktor remaja terkenal CAMPBELL CARSLEY, aku tak mau mengenal semua
orang dari masalaluku yg buruk di gold coast, maka dari itu aku bilang kalau
aku berasal dari brisbane! Intinya aku adalah kleyr yang baru sekarang!
Hari ini hari minggu, jadwalku libur
bekerja sebagai artis. Aku mengecheck twitterku
@CodySimpson : @KleyrNicholson can’t
wait to see u next week! <3
OMG! Ini buruk!! Mau apa sih pecundang
itu datang? Huh? Aku tak mau bertemu dengannya, bagaimana kalau camp tau jika
cody masih pacarku
*skip neext week*
“tok..tok..tok..” aku mendengar ada
seseorang mengetuk pintu rumahku, aku membuka pintu itu “CODY? YOU?! WHAT U
DOING HERE?” nada ucapanku yang lumayan keras membuatnya terkejut, “bukannya
aku sudah bilang kalau aku akan datang?” “aku sudah bilang padamu kalau aku
tidak ingin bertemu denganmu lagi” aku membentak cody, “kleyr, aku tdk menyangka
kau mengucapkan itu” wajah lemas cody benar-benar terlihat, sesegera mungkin
aku keluar dari rumah dan mengendarai mobilku dengan cepat, aku mencoba mejauhi
cody, aku sama sekali tidak ingin bertemu dengannya. Arahku semakin tak jelas.
*skip 48 hours ago *
“kleyr? Kleyr? Kau sudah sadar?” aku melihat mom didepan wajahku,
“where am i?” “in the hospital, kau mengalami kecelakaan 2 hari yg lalu, kau
sempat sadar namun kau pingsan lagi” aku
hanya mengangguk mendengar perkataan mom tanpa menjawabnya, “oh ya ada yg ingin
bertemu denganmu” sambung mom, “siapa?” “cody” mom menjawabku, “mom aku tak mau
bertemu dengannya” keluhku, “kleyr, tolonglah! Mom akan meninggalkan kalian
berdua” mom beranjak dari tempat tidurku. Tak lama cody masuk kedalam kamarku,
di bantu oleh seseorang. Sekarang posisi kami berhadapan, cody duduk diatas
tempat tidurku, aku menatapnya, tp sepertinya ada yang beda dari dirinya..
“kle?” “ada apa?” aku tetap pada nadaku yang setimentil, “aku senang bertemu
kau” “lalu apa lagi yang kau mau sekarang? Kau sudah bertemu denganku kan?”,
“aku rindu melihat wajahmu” cody mulai menggenggam tanganku, kulihat wajah cody
yang sangat sedih tapi cody tak mengeluarkan air mata, kuakui aku sedih
melihatnya. “kalau begitu lihatlah wajahku hingga kau puas!!” aku tahu nada
kalimatku begitu menyakitkan, “jika itu bisa terjadi aku akan sangat bahagia,
“apa maksudmu co?” “uh? Nothing!”. Ada sesuatu yang cody sembunyikan dariku..
entah apapun itu. “co? Matamu?” “kenapa mataku?” “warnanya beda” “ah masa?
Engga kok?” cody tertawa kecil, “biarku
lihat!” aku memegang kepala cody dan mendekatkan padatu pada mata nya, “CO?
MATAMU COKLAT?! Kau memakai softlens?”, cody menjauhkan kepadalanya dariku,
“tidak ini hanya pantulan cahaya”, aku turun dari tempat tidurku dan menuju toilet.
“OMG! Apa yang aku lakukan padanya? Yatuhan! Aku ini biadab! Teganya aku
melakukan ini?” aku menangis didepan kaca toilet, aku berteriak histeris,
hingga dokter, suster dan mom lari kedalam kamarku, “KENAPA KALIAN TEGA TIDAK
MEMBERITAHUKU? HUH? KALIAN SEMUA JAHAT! ARRRRGGGGHH!!!” aku tetap histeris
dengan teriak dan tangisku, aku berlari dari toliet menuju cody, kuraih
badannya, ku peluk cody dengan erat, aku menangis dipelukannya, cody membalas
pelukanku dengan erat juga, “kenapa kau lakukan ini co, ini menyakiti kita
berdua” aku berbicara tetap didada cody dan dengan tangisku, cody mencium
keningku, aku bisa rasakan nafas tersendunya, “aku tak akan biarkan kau
menderita kle” cody bicara dengan nafasnya yg tak beraturan. “kau tak
seharusnya melakukan ini! KAU MENUKAR MATA BUTAKU DENGAN MATA INDAHMU INI
PADAKU CO!”, “kle, aku tak mau dengar sejarah jika ada artis muda yg cantik tp
buta, biarkan maataku bersinar pada dirimu”, tangisku semakin menjadi-jadim,
kugenggam erat baju didepan dadanya, aku terus memeluknya, “co! Kembalikan
mataku yg buta pd dirimu!!!” “never!” mendengar kata yg diucapkan cody itu
semakin membuat hatiku hancur berkeping-keping, aku menyesal akan kebodohan
yang ku buat! “kenapa?” “karna cinta! Ingat saat aku menciptakan lagu ‘love so
strong’ untukmu? Aku hanya ingin membuktikan semua kalimat yang kubuat dalam
lagu itu. Inilah pembuktianku” Kulihat wajahnya yang hanya memandang lurus
kedepan, cody tersenyum, dengan sangat indah. Itu makin membuat hatiku hancur!
“kleyr, look! I’ll do anything for you, that cus i love u, more than i love
maself!”.
Sekarang aku sadar bahwa cinta sejati
tak mengenal sakit dalam berkorban, kini aku benar-benar tahu kalau cody
mencintaiku, aku berjanji pada diriku sendiri, aku tak akan meninggalkannya
lagi, dan ini untuk yang terakhir.
*flashback off*
Dr.Jhonson membuka perban dimatanya dengan perlahan, cody
mulai membuka matanya. Aku tepat berdiri didepannya, hatiku merasakan sebuah
kesenangan yang luar biasa saat aku tahu cody dapat melihaku kembali, cody melihat
kearahku dengan tersenyum manis, “hey angel!” cody menyapaku, “hei”,
Senyumannya membuat perasaanku campur aduk antara senang dan terharu akan
pengorbanannya. Cody memandangku, aku berjalan kearahnya, kupeluk tubuhnya yang
masih agak lemas, akhirnya aku bisa merasakan kembali aroma tubuhnya, “mengapa
kau menangis? Aku mejalani operasi ini karna aku ingin melihat wajahmu yg
tersenyum gembira” cody mulai berbicara padaku, ku tatap kedua mata ‘barunya’
“co, matamu coklat?” aku mencoba mengalihkan pertanyaan cody, “lho memang
kenapa?” “tidak” “aku hanya ingin memiliki mata seperti dirimu dahulu” cody
tertawa, “co?” aku menggerutu, “jika mata baruku sama seperti mataku yg sudah
menjadi milikmu, aku hanya takut kalau kau merasa tersaingi! Akan banyak gadis-gadis
diluar sana yg akan menyukaiku” “CODY!” dan kami semkua tertawa, aku tetap pada
pelukannya cody, dan cody mencium keningku. Kini ku benar-benar sadar jika
cinta itu kuat, apapun yang terjadi.
Kalau menang gue akan buat cerita ini jadi part haha
Thankyou for reading! xoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar