Hai bloggers!
Postingan gue
kali ini tentang sahabat (sebut aja begitu), entah kenapa akhir-akhir ini gue
ngerasa di jauhi oleh mereka ya gue anggap “sahabat” itu. Oke intinya bukan
itu, tapi tentang kepercayaan yep!
Tepatnya tentang saling percaya. Sekarang gue mau tanya beberapa pertanyaan
untuk kalian;
1. Kalo
sahabat (begitu sering disebut) kalian gak percaya terhadap kalian? Padahal
kalian percaya banget sama dia (sahabat kalian) apa yang kalian rasa?
Tersinggung kah? Marah kah? Sedihkah? Atau apa? Coba jawab!
2. Ketika
sahabat kalian menemukan teman baru yang jelas-jelas lebih dia percaya
dibanding kalian yang sudah lama saling kenal, apa yang kalian rasa? Emosi kah?
Cemburu kah? Merasa dijauhi kah? Atau apa? Coba jawab lagi!
3. Kalo
sikap nya sahabat kalian arogant sekarang, tutur katanya yang bikin kalian
emosi, dan tingkahnya yang tengik setelah punya teman baru, apa lagi yang
kalian rasakan? Ingin meninjunya kah? Memukulnya kah? Atau apa lagi? Coba ayo
jawab!
Gue yakin
kalian semua akan bingung dengan pertanyaan gue, yap! Sama! GUE JUGA BINGUNG!
Ketika kalian ditanya seperti itu, kalian pasti akan mikir-mikir jawaban yang
pas kan? Yap! pasti lah! Oke sekali lagi gue juga begitu, tapi mau gak mau
kalian harus jawab.
Sakit hatinya
lebih dari diputusin pacar, oke gue ingin jujur sama kalian. Namun sebelum itu
gue mau tanya satu pertanyaan lagi,
Apa yang kalian
rasa kan kalau sahabat kalian nge-blokir kalian dari facebook (atau apalah
semacamnya) hanya karna alasan yang gak masuk akal, atau masalah cowo, atau apa
kek (suka-suka kalian), HA HA membosankan! Ayo bagaimana perasaan kalian? Coba
jawab!
Tapi gue mau
kasih tau tentang jawaban gue,
Yang gue
rasaain pasti sakit hati ya, selama ini gue udah percaya tapi ternyata dia
begitu (anggap aja gue yang ngalami pertanyaan gue diatas), rasanya pasti marah
banget, tapi kembali ke HAK orang untuk begitu, gue pasti hargai apa yang dia
lakukan. Tapi apakah dia akan begitu? Maksud gue, setelah (mantan) “sahabat”
gue udah punya “sahabat” baru. Terus kalau udah begitu, arti kalimat “saling
percaya satu sama lain” Cuma buyolan dong? Iya dong. Kalau Cuma gue yang
percaya tapi (mantan) sahabat gue itu engga, ya buat apa? Itu hanya buat dia
semakin sombong. Ups gue ralat, emang kenyataannya dia sombong sekarang. Kalau
di pikir-pikir gak mudah loh satu ruangan selama setahun dengan dia (yang tadi
gue sebut) dengan segala kemunafikannya. That’s fine, kalo dia tau diri. Gue
akan maklum kalo dia malu ketemu gue, tapi buktinya? HA HA tampang malunya udah
di kantongin rapat-rapat, itu akan buat dia semakin ego (dalam arti memang
sudah egois) gak gampang lho buat gue untuk menyembunyikan tampang BT-nys gue
kalo ketemu dia, tapi mau gimana lagi, gue harus tahan sampai semua ini
selesai. Mungkin gue pengecut untuk nge-cap-cap-cuap di blog, tapi kembali ke
hak setiap orang untuk menunjukan apa yang dia rasakan.
Thanks for
reading, this drama.
Xoxo.
Melissa J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar