Selasa, 28 Februari 2012

Bestfriend? NOT YET!



Hai bloggers!
Postingan gue kali ini tentang sahabat (sebut aja begitu), entah kenapa akhir-akhir ini gue ngerasa di jauhi oleh mereka ya gue anggap “sahabat” itu. Oke intinya bukan itu, tapi tentang kepercayaan yep! Tepatnya tentang saling percaya. Sekarang gue mau tanya beberapa pertanyaan untuk kalian;
1.      Kalo sahabat (begitu sering disebut) kalian gak percaya terhadap kalian? Padahal kalian percaya banget sama dia (sahabat kalian) apa yang kalian rasa? Tersinggung kah? Marah kah? Sedihkah? Atau apa? Coba jawab!
2.      Ketika sahabat kalian menemukan teman baru yang jelas-jelas lebih dia percaya dibanding kalian yang sudah lama saling kenal, apa yang kalian rasa? Emosi kah? Cemburu kah? Merasa dijauhi kah? Atau apa? Coba jawab lagi!
3.      Kalo sikap nya sahabat kalian arogant sekarang, tutur katanya yang bikin kalian emosi, dan tingkahnya yang tengik setelah punya teman baru, apa lagi yang kalian rasakan? Ingin meninjunya kah? Memukulnya kah? Atau apa lagi? Coba ayo jawab!
Gue yakin kalian semua akan bingung dengan pertanyaan gue, yap! Sama! GUE JUGA BINGUNG! Ketika kalian ditanya seperti itu, kalian pasti akan mikir-mikir jawaban yang pas kan? Yap! pasti lah! Oke sekali lagi gue juga begitu, tapi mau gak mau kalian harus jawab.
Sakit hatinya lebih dari diputusin pacar, oke gue ingin jujur sama kalian. Namun sebelum itu gue mau tanya satu pertanyaan lagi,
Apa yang kalian rasa kan kalau sahabat kalian nge-blokir kalian dari facebook (atau apalah semacamnya) hanya karna alasan yang gak masuk akal, atau masalah cowo, atau apa kek (suka-suka kalian), HA HA membosankan! Ayo bagaimana perasaan kalian? Coba jawab!
Tapi gue mau kasih tau tentang jawaban gue,
Yang gue rasaain pasti sakit hati ya, selama ini gue udah percaya tapi ternyata dia begitu (anggap aja gue yang ngalami pertanyaan gue diatas), rasanya pasti marah banget, tapi kembali ke HAK orang untuk begitu, gue pasti hargai apa yang dia lakukan. Tapi apakah dia akan begitu? Maksud gue, setelah (mantan) “sahabat” gue udah punya “sahabat” baru. Terus kalau udah begitu, arti kalimat “saling percaya satu sama lain” Cuma buyolan dong? Iya dong. Kalau Cuma gue yang percaya tapi (mantan) sahabat gue itu engga, ya buat apa? Itu hanya buat dia semakin sombong. Ups gue ralat, emang kenyataannya dia sombong sekarang. Kalau di pikir-pikir gak mudah loh satu ruangan selama setahun dengan dia (yang tadi gue sebut) dengan segala kemunafikannya. That’s fine, kalo dia tau diri. Gue akan maklum kalo dia malu ketemu gue, tapi buktinya? HA HA tampang malunya udah di kantongin rapat-rapat, itu akan buat dia semakin ego (dalam arti memang sudah egois) gak gampang lho buat gue untuk menyembunyikan tampang BT-nys gue kalo ketemu dia, tapi mau gimana lagi, gue harus tahan sampai semua ini selesai. Mungkin gue pengecut untuk nge-cap-cap-cuap di blog, tapi kembali ke hak setiap orang untuk menunjukan apa yang dia rasakan.
Thanks for reading, this drama.

Xoxo. Melissa J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar